Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan peningkatan kemampuan numerasi siswa SMA serta menentukan model pembelajaran yang paling optimal di antara Numbered Heads Together (NHT), Jigsaw, dan pembelajaran konvensional. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pandeglang, dengan pengambilan sampel sebanyak 33 siswa per kelas melalui teknik simple random sampling, yaitu kelas XI-C2 sebagai kelompok Eksperimen 1 dengan model NHT, kelas XI-C3 sebagai kelompok Eksperimen 2 dengan model Jigsaw, dan kelas XI-D2 sebagai kelompok Kontrol. Data diperoleh melalui instrumen tes uraian yang mengukur tiga indikator kemampuan numerasi dan dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA serta uji lanjut Bonferroni. Hasil: Temuan menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam peningkatan kemampuan numerasi antara ketiga kelompok tersebut, di mana F = 10,442 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Secara spesifik, model NHT menunjukkan peningkatan paling optimal pada kategori tinggi, khususnya pada indikator penggunaan simbol dan analisis informasi, dibandingkan dengan model Jigsaw dan pembelajaran konvensional yang berada pada kategori sedang. Simpulan: Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menyajikan bukti empiris mengenai efektivitas model kooperatif tipe NHT sebagai strategi alternatif yang tepat bagi guru dalam mengoptimalkan kemampuan numerasi siswa di sekolah menengah.
Copyrights © 2026