Hipertensi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah sistolik mencapai ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Penyakit ini sering disebut sebagai “silent killer” karena gejalanya sering tidak disadari, namun dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara aktivitas fisik, pola makan, dan kualitas tidur dengan kejadian hipertensi pada lansia di Posyandu Desa Pladen. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 58 lansia yang dipilih secara acak menggunakan teknik simple random sampling dari total populasi 68 orang. Variabel independen adalah aktivitas fisik, pola makan, dan kualitas tidur, sedangkan variabel dependen adalah kejadian hipertensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aktivitas fisik (IPAQ), pola makan (FFQ), dan kualitas tidur (PSQI), serta pengukuran tekanan darah dengan tensiometer. Analisis dilakukan dengan metode uji korelasi spearman rank untuk membuka hubungan antara variabel-variabel tersebut dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden lansia muda berusia 60-74 tahun (89,7%), berjenis kelamin perempuan (87,9%), tidak bekerja (43,1%), dan berpendidikan terakhir SD/sederajat (36,2%). Adanya hubungan antara kejadian hipertensi dengan aktivitas fisik (r=-0,693; p=0,001), pola makan (r=0,721; p=0,000), kualitas tidur (r=0,799; p=0,001). Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik, pola makan, dan kualitas tidur merupakan faktor-faktor penting yang berpengaruh terhadap derajat hipertensi pada lansia. Intervensi berbasis gaya hidup menjadi kunci dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi pada kelompok usia lanjut.
Copyrights © 2025