Air sumur bor di Desa Belading, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, mengandung kadar besi (Fe) melebihi ambang batas menurut Permenkes RI No. 32 Tahun 2017. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas tongkol jagung teraktivasi sebagai bioadsorben untuk menurunkan kadar Fe, serta menentukan kondisi optimum dan model kinetika serta isoterm yang sesuai. Variabel yang diuji meliputi pH larutan (2, 3, 4, 5, 6, dan 7), waktu kontak (5, 10, 15, 30, 60, 90, 120 dan 150 menit), dan dosis adsorben (0,8; 1,2; 1,6; 2; 2,4; 2,8 dan 3,2 g/L). Adsorben disiapkan melalui karbonisasi dan aktivasi dengan menggunakan HCl. Kondisi optimum diperoleh pada pH 5, waktu kontak 60 menit, dan dosis 2,4 g/L, dengan efisiensi penyisihan Fe sebesar 91,57% dan kapasitas adsorpsi 1,58 mg/g. Proses adsorpsi mengikuti model kinetika Pseudo Second Order (R² = 0,9995) dan isoterm Freundlich (R² = 0,8497). Tongkol jagung teraktivasi efektif sebagai solusi lokal dan ramah lingkungan untuk pengolahan air tanah tercemar Fe.
Copyrights © 2026