Kabupaten Garut memiliki potensi kopi Arabika dan Robusta yang signifikan, namun petani kopi di wilayah ini masih menghadapi kendala serius dalam penguasaan teknik pascapanen dan minimnya diversifikasi produk olahan. Akibatnya, sebagian besar kopi dijual dalam bentuk biji mentah dengan nilai ekonomi rendah. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dan pelaku usaha mikro kopi di Kecamatan Cisurupan, Garut, melalui pelatihan terpadu yang mencakup teknik pascapanen berbasis mutu, produksi kopi drip bag, dan strategi pemasaran berbasis identitas lokal. Program dilaksanakan selama lima bulan dengan pendekatan pelatihan partisipatif, pendampingan lapangan, dan evaluasi berbasis kompetensi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan pascapanen (rata-rata dari 22% menjadi 81%), keterampilan produksi drip bag (rata-rata dari 17% menjadi 85%), dan penerapan strategi pemasaran berbasis nilai (rata-rata dari 12% menjadi 72%). Program ini berhasil mendorong transisi peserta dari penjual bahan mentah menjadi produsen kopi olahan bernilai tambah tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi pelatihan teknis dan pendampingan usaha secara berkelanjutan dapat menjadi model efektif pemberdayaan ekonomi petani kopi di daerah perdesaan.
Copyrights © 2026