Valuasi suatu entitas sering kali diartikan sebagai cerminan dari persepsi investor terhadap kinerjanya, yang lazimnyatercermin melalui harga saham. Pertumbuhan sektor energi di Indonesia tercermin dari bertambahnya jumlah perusahaanyang melantai di bursa serta meningkatnya kapitalisasi pasar. Adanya penurunan nilai “Price to Book Value (PBV)” padatahun 2020 yang disebebkan oleh Covid-19 menjadi latar belakang penting untuk menelusuri variabel-variabel yang dapatmemengaruhi nilai perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah pengaruh Good Corporate Governanceyang diwakili oleh ukuran dewan komisaris dan komite audit, Investment Opportunity Set, dan kebijakan dividen terhadapnilai perusahaan energi yang tercatat di BEI kurun waktu 2019 hingga 2023. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatifdengan metode analisis regresi data panel. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive, dan pemodelan regresi ditentukanmelalui Fixed Effect Model berdasarkan hasil uji Chow dan Hausman. Temuan riset memperlihatkan ketiga variabelindependen secara bersama-sama berdampak terhadap nilai perusahaan. Namun, secara parsial, hanya InvestmentOpportunity Set yang berhubungan positif secara signifikan. Sebaliknya, ukuran dewan komisaris dan komite audit tidakmenunjukkan pengaruh yang berarti, dan kebijakan dividen memiliki hubungan negatif. Hasil memberi sinyal bagiperusahaan agar memaksimalkan peluang investasi dan menyusun kebijakan dividen yang proporsional. Penelitianmendatang diharapkan mencakup lebih banyak variabel dan sektor guna memperluas cakupan hasil.Kata Kunci: Nilai Perusahaan, Good Corporate Governance, Investment Opportunity Set, Kebijakan Dividen
Copyrights © 2026