Pembangunan berkelanjutan merupakan komitmen global melalui Sustainable Development Goals (SDGs),salah satunya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan (SDGs-8). Subsektor makanan danminuman di Indonesia memiliki peran strategis terhadap ekonomi nasional, namun nilai perusahaannya masih kurangstabil. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ekonomi sirkular, Good Corporate Governance (GCG),produktivitas tenaga kerja, Net Profit Margin (NPM), dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap pertumbuhan nilaiperusahaan (SDGs-8). Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif danregresi data panel.Data diperoleh dari laporan tahunan dan keberlanjutan 45 perusahaan subsektor makanan dan minuman yangterdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2024 dengan metode purposive sampling. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa secara simultan kelima variabel berpengaruh terhadap SDGs-8, namun secara parsial hanyaproduktivitas tenaga kerja yang berpengaruh signifikan positif, sedangkan ekonomi sirkular, GCG, NPM, dan DERtidak berpengaruh signifikan. Nilai adjusted R-squared yang rendah (4,32%) menunjukkan masih banyak faktor lainyang memengaruhi SDGs-8. Temuan ini diharapkan menjadi masukan bagi perusahaan subsektor makanan danminuman untuk mengoptimalkan ekonomi sirkular, tata kelola perusahaan, profitabilitas, dan efisiensi keuangan gunamendukung pencapaian SDGs-8.Kata Kunci: pertumbuhan nilai perusahaan, ekonomi sirkular, good corporate governance, produktivitas tenaga kerja,net profit margin, debt to equity ratio
Copyrights © 2026