Kondisi kesulitan keuangan mengacu pada situasi di mana perusahaan tidak dapat memenuhi komitmen keuangannya saat jatuh tempo. Perusahaan yang tidak dapat memenuhi kewajibannya, dapat mengakibatkan suspensi hingga pailit. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menyelidiki pengaruh simultan dan parsial dari beberapa faktor—yaitu profitabilitas, modal intelektual, ukuran perusahaan, dan koneksi politik—terhadap financial distress dengan menggunakan perhitungan dari metode Altman z-score pada perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, menghasilkan sampel sebanyak 54 perusahaan dari sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Untuk menganalisis data, teknik regresi data panel diterapkan menggunakan perangkat lunak EViews 12. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa secara bersama-sama, profitabilitas, modal intelektual, ukuran perusahaan, dan koneksi politik memiliki dampak yang signifikan secara statistik terhadap financial distress. Jika dikaji secara individual, profitabilitas menunjukkan pengaruh positif yang signifikan, yang menunjukkan bahwa profitabilitas yang lebih tinggi meningkatkan stabilitas keuangan perusahaan. Sebaliknya, modal intelektual, ukuran perusahaan, dan koneksi politik tidak ditemukan memiliki pengaruh parsial yang signifikan terhadap financial distress. Hasil ini menyoroti peran penting profitabilitas dalam memitigasi kesulitan keuangan, sekaligus menunjukkan bahwa faktor-faktor lain mungkin tidak secara langsung menentukan kesehatan keuangan perusahaan di sektor ini. Kata Kunci : Financial Distress, Intellectual Capital, Political Connection, Profitabilitas, dan Ukuran Perusahan.
Copyrights © 2026