Najah Mart merupakan unit usaha ritel di Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto yang berperan penting atas penyediaan kebutuhan santri dan pembelajaran kewirausahaan. Penelitian ini berupaya menganalisis penerapan laporan keuangan, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, dan mengevaluasi dampaknya terhadap transparansi serta akuntabilitas usaha. Permasalahan utama ialah minimnya kompetensi akuntansi pengelola,keterbatasan teknologi informasi, dan belum optimalnya penerapan standar akuntansi. Penelitian ini mempergunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan pengurus, observasi langsung proses pencatatan, dan analisis dokumentasi laporan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Najah Mart melakukan pencatatan harian dan bulan melalui buku besar serta aplikasi Sid Retail Pro, namun belum menyusun komponen laporan keuangan lengkap seperti neraca, laba rugi, serta arus kas sesuai standar. Tantangan utama meliputi ketiadaan tenaga dengan latar belakang akuntansi, pencatatan manual yang tidak rinci, dan kehilangan dokumen transaksi. Meskipun demikian, transparansi dijaga melalui evaluasi mingguan kepada pengurus pesantren. Penelitian menyimpulkan perlunya pelatihan akuntansi berkelanjutan, adopsi sistem informasi berbasis teknologi, dan pengembangan SOP pencatatan keuangan. Temuan ini berkontribusi pada literatur akuntansi koperasi pesantren dan memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan unit usaha pesantren
Copyrights © 2026