Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik komunikasi kepemimpinan pada Café Rumah Rasa, Yogyakarta, sebagai representasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor food and beverage. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap pemilik usaha sebagai informan utama, yang dilakukan secara tatap muka dan dilengkapi dengan komunikasi lanjutan secara daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi kepemimpinan di Rumah Rasa bersifat informal, sederhana, dan manual, dengan mengandalkan interaksi langsung serta pemanfaatan media komunikasi digital seperti WhatsApp dan Instagram. Gaya kepemimpinan yang diterapkan mencerminkan karakteristik kepemimpinan paternalistik yang benevolen, ditandai dengan pendekatan keibuan, kedekatan emosional, serta penekanan pada rasa kekeluargaan. Pola komunikasi yang terbuka dan relasional tersebut mampu menciptakan lingkungan kerja yang kooperatif, meningkatkan kenyamanan karyawan dalam melaporkan permasalahan, serta menjaga keharmonisan tim. Praktik komunikasi kepemimpinan pada UMKM sektor food and beverage menjadi krusial untuk diteliti karena karakter organisasi yang cenderung informal menempatkan relasi interpersonal sebagai mekanisme utama dalam membangun kohesi tim, keterlibatan karyawan, dan kualitas layanan. Namun demikian, minimnya struktur formal dan mekanisme pelaporan yang terdokumentasi berpotensi membatasi pembelajaran organisasi dan konsistensi standar operasional dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan integrasi nilai-nilai kepemimpinan transformasional ke dalam praktik komunikasi yang ada, guna memperkuat akuntabilitas dan keberlanjutan organisasi tanpa menghilangkan budaya kekeluargaan yang menjadi ciri khas Rumah Rasa. This study aims to analyze leadership communication practices at Rumah Rasa Café, Yogyakarta, as a representation of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in the food and beverage sector. A qualitative research approach was employed, using in-depth interviews with the business owner as the primary informant. Data collection was conducted through face-to-face interviews and complemented by follow-up online communication. The findings indicate that leadership communication at Rumah Rasa is informal, simple, and manual, relying heavily on direct interactions and digital communication tools such as WhatsApp. The leadership style reflects characteristics of benevolent paternalistic leadership, marked by a motherly approach, emotional closeness, and a strong sense of familial relationships. This open and relational communication pattern fosters a cooperative work environment, enhances employee comfort in reporting problems, and supports team cohesion. Leadership communication practices in MSMEs in the food and beverage sector are crucial to research because the organizational character tends to be informal, placing interpersonal relations as the main mechanism in building team cohesion, employee engagement, and service quality. However, the limited use of formal structures and documented reporting mechanisms may constrain organizational learning and the consistency of operational standards in the long term. Therefore, this study recommends integrating elements of transformational leadership into existing communication practices to strengthen accountability and organizational sustainability while preserving the family-oriented culture that characterizes Rumah Rasa Café.
Copyrights © 2026