Latar belakang: Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu bentuk layanan kesehatan sebagai upaya kesehatan berbasis masyarakat yang berfokus pada pelayanan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, serta pencegahan stunting. Bagi Puskesmas, Posyandu menjadi program unggulan yang mendukung pencapaian indikator kesehatan masyarakat. Tujuan: Meninjau peran, efektivitas, serta tantangan Posyandu sebagai kegiatan unggulan, serta memberikan rekomendasi penguatan program. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan langsung kepada masyarakat berupa ceramah, penyuluhan kesehatan, pemberian edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta konseling ibu dan anak yang didukung oleh kader dan tenaga kesehatan Puskesmas. Hasil: Program layanan Posyandu mampu meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan ibu dan anak, menurunkan prevalensi gizi buruk, serta menjadi sarana pemberdayaan masyarakat. Namun, keberhasilan program masih dipengaruhi motivasi kader, dukungan logistik, dan pembinaan puskesmas. Kesimpulan: Posyandu memiliki potensi besar sebagai kegiatan unggulan upaya kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas. Penguatan kapasitas kader, dukungan manajerial, serta integrasi inovasi digital menjadi kunci keberlanjutan dan efektivitas program. ______________________________________________________________________ Abstract Background: Integrated Service Posts (Posyandu) are a form of community-based health service focused on maternal and child care, monitoring toddler growth and development, and preventing stunting. For Community Health Centers (Puskesmas), Posyandu is a flagship program that supports the achievement of community health indicators. Objective: To review the role, effectiveness, and challenges of Posyandu as a flagship activity, and to provide recommendations for program strengthening. Method: Activities are implemented through a direct approach to the community through lectures, health education, nutrition education, child growth and development monitoring, and maternal and child counseling, supported by cadres and health workers at the Puskesmas. Result: The Posyandu service program has increased the coverage of maternal and child health services, reduced the prevalence of malnutrition, and served as a means of community empowerment. However, the program's success is still influenced by cadre motivation, logistical support, and guidance from the Puskesmas. Conclusion: Posyandu has great potential as a flagship activity for community health efforts in Puskesmas work areas. Strengthening cadre capacity, managerial support, and integrating digital innovation are key to the program's sustainability and effectiveness.
Copyrights © 2026