Pengelolaan sampah organik rumah tangga masih menjadi masalah lingkungan karena rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan memanfaatkannya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengolah sampah organik menjadi kompos padat dan pupuk organik cair sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan. Kegiatan dilakukan melalui observasi, sosialisasi, pelatihan, praktik pembuatan pupuk, evaluasi, dan monitoring bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sampah berupa sisa makanan, kulit buah, sisa sayuran, dan limbah dapur dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pupuk. Kompos yang dihasilkan bertekstur remah, berwarna cokelat kehitaman, dan tidak berbau busuk, sedangkan POC memiliki aroma asam khas fermentasi. Masyarakat juga menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan. Disimpulkan bahwa pengolahan sampah organik mampu mengurangi limbah rumah tangga sekaligus menghasilkan pupuk bermanfaat bagi pertanian masyarakat. Penerapannya dapat dilakukan secara mandiri, sederhana, murah, dan berkelanjutan oleh warga di lingkungan sekitar mereka sendiri.
Copyrights © 2026