Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Digital Local Branding berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan ekuitas merek UMKM di wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto di tengah disrupsi pasar digital. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pelaku UMKM serta observasi terhadap aset digital di berbagai platform media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi narasi sejarah Majapahit, penggunaan simbol visual khas daerah, dan pemanfaatan dialek lokal dalam komunikasi digital efektif dalam menciptakan resonansi merek (brand resonance) yang kuat, terutama di kalangan Generasi Z yang mencari autentisitas. Temuan penelitian mengungkap bahwa strategi "Modernizing Tradition" mampu mengubah persepsi produk UMKM dari komoditas tradisional menjadi simbol identitas lokal (local pride), yang secara signifikan meningkatkan loyalitas dan kesadaran merek. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan UMKM di Mojokerto dalam memenangkan persaingan dengan merek global sangat bergantung pada sinergi antara kemahiran teknologi digital dan penguatan nilai-nilai kearifan lokal yang mampu membangun ikatan psikologis jangka panjang dengan konsumen.
Copyrights © 2026