Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena Fear of Missing Out (FOMO) sebagai strategi promosi dalam meningkatkan volume penjualan pada era digital. Fokus utama kajian ini meliputi mekanisme psikologis konsumen dalam pengambilan keputusan, efektivitas penggunaan elemen kelangkaan dan urgensi, serta analisis peluang dan risiko jangka panjang bagi pelaku usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), di mana data dikumpulkan melalui sintesis literatur ilmiah dan laporan tren pasar terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO secara signifikan memengaruhi perilaku konsumtif dengan mengalihkan proses pengambilan keputusan dari sistem rasional ke emosional, sehingga menurunkan sensitivitas harga demi memitigasi kecemasan sosial. Implementasi strategi kelangkaan dan urgensi terbukti mampu menciptakan lonjakan volume penjualan yang masif dalam waktu singkat melalui percepatan siklus transaksi. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi risiko laten berupa consumer fatigue dan erosi loyalitas jika strategi ini digunakan secara manipulatif dan repetitif. Kesimpulannya, meskipun FOMO merupakan katalisator pertumbuhan penjualan yang kuat, keberhasilannya dalam jangka panjang sangat bergantung pada keseimbangan antara stimulasi psikologis dan integritas nilai merek untuk menjaga kepercayaan konsumen di pasar digital yang kompetitif.
Copyrights © 2026