Latar Belakang : Penyakit ginjal kronik mengakibatkan penurunan fungsi ginjal secara progresif. Penurunan fungsi ginjal mengakibatkan retensi air dan natrium yang selanjutnya menimbulkan hipervolemia. overload cairan yang dapat menimbulkan masalah Kesehatan lainnya bahkan dapat berujung pada kematian. Oleh karena itu, dibutuhkan pemantauan Intake Output cairan untuk mencegah komplikasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mencegah overload cairan pada pasien Penyakit Ginjal Kronik dengan Hipervolemia. Metode : Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan jumlah subjek sebanyak 2 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang dilakukan selama 3 hari pemantauan. Instrument yang digunakan yaitu Tabel pemantauan cairan, gelas ukur, timbangan berat badan, kalkulator untuk menghitung jumlah asupan cairan. Hasil : Setalah dilakukan pemantauan Intake Output cairan pada subjek terdapat adanya pengurangan edema pada wajah dan ekstremitas, sesak berkurang, keluhan sulit tidur berkurang dan pengetahuan subjek tentang jumlah asupan cairan dalam 24 jam meningkat. Kesimpulan : Penerapan pemantauan Intake Output cairan efektif dalam mencegah adanya komplikasi dan overload cairan pada pasien penyakit ginjal kronik.
Copyrights © 2024