Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem penerjemahan otomatis Bahasa Batak ke Bahasa Indonesia guna mendukung konten edukasi digital serta memperkuat pelestarian bahasa daerah. Permasalahan yang diangkat adalah terbatasnya ketersediaan perangkat komputasional untuk Bahasa Batak dan kompleksitas struktur morfologi serta konteks linguistik yang memengaruhi akurasi terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia. Pengabdian ini menggunakan pendekatan hibrida yang menggabungkan metode berbasis aturan (rule-based) dan Neural Machine Translation (NMT). Tahapan Pengabdian meliputi pengumpulan dan anotasi korpus paralel bilingual, proses prapemrosesan (tokenisasi, normalisasi, dan stemming), pelatihan model, evaluasi sistem menggunakan metrik BLEU dan tingkat akurasi, serta uji kegunaan pada platform pembelajaran digital. Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan memperoleh skor BLEU sebesar 78,4 dan tingkat akurasi terjemahan sebesar 85% pada pengujian terkontrol. Integrasi aturan morfologi terbukti meningkatkan kualitas terjemahan, khususnya pada struktur imbuhan dan ekspresi kontekstual. Uji coba pada modul pembelajaran digital menunjukkan peningkatan aksesibilitas dan pemahaman materi bagi peserta didik dan pendidik yang menggunakan konten berbahasa Batak. Simpulannya, sistem penerjemahan otomatis yang dikembangkan mampu secara efektif mengonversi konten Bahasa Batak ke Bahasa Indonesia sehingga mendukung pendidikan digital yang inklusif dan berkontribusi pada keberlanjutan bahasa daerah. Pendekatan hibrida yang diterapkan juga memiliki potensi untuk dikembangkan pada sistem penerjemahan bahasa daerah lainnya
Copyrights © 2025