Keterbatasan lahan di wilayah perkotaan seringkali menjadi hambatan bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas pertanian yang produktif. Pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi penerapan urban farming melalui teknologi penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dengan biaya rendah. Metode yang digunakan meliputi survei lokasi, sosialisasi teknologi, pelatihan teknis perakitan sensor kelembapan tanah berbasis mikrokontroler, serta pendampingan pemeliharaan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penerapan sistem IoT murah ini mampu menghemat penggunaan air hingga 40% dan menjaga stabilitas kadar air tanah secara otomatis sesuai kebutuhan tanaman. Temuan penting dalam kegiatan ini adalah bahwa kemudahan operasional melalui perangkat seluler meningkatkan minat warga dalam bercocok tanam di lahan sempit. Simpulan dari kegiatan ini adalah integrasi teknologi digital yang terjangkau dapat menjadi solusi efektif dalam mewujudkan ketahanan pangan keluarga di lingkungan padat penduduk.
Copyrights © 2026