Kelompok lanjut usia (lansia) menjadi salah satu segmen yang paling rentan terpapar disinformasi atau hoaks kesehatan di media sosial karena keterbatasan literasi digital. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan lansia dalam mengidentifikasi, memverifikasi, dan memutus rantai penyebaran hoaks melalui program pendampingan "E-Elderly". Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahap sosialisasi, pelatihan penggunaan fitur fact-checking sederhana, dan simulasi pemilahan pesan di grup WhatsApp. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan kritis lansia dalam membedakan informasi berbasis fakta dan opini menyesatkan sebesar 78%. Temuan penting dalam kegiatan ini adalah bahwa penurunan fungsi kognitif bukan hambatan utama, melainkan kurangnya antarmuka edukasi yang ramah lansia. Simpulan dari kegiatan ini adalah edukasi literasi digital yang inklusif dapat menjadi benteng pertahanan bagi lansia dalam menghadapi banjir informasi kesehatan yang tidak akurat.
Copyrights © 2026