Pengembangan empati merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter dan keterampilan sosial-emosional peserta didik sekolah dasar. Namun, hasil observasi di SDN 24 Koto XI Tarusan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih memiliki keterbatasan dalam memahami dan merespons perasaan orang lain, yang tercermin dalam perilaku kurang peduli, konflik antarteman, serta rendahnya kemampuan mengidentifikasi emosi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan empati siswa melalui pelatihan berbasis cerita reflektif dan dialog bermakna. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan experiential learning dan social emotional learning yang dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan, serta evaluasi. Kegiatan melibatkan siswa dan guru dengan media modul cerita reflektif, kartu emosi, serta dialog kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman emosi dan perilaku empatik siswa, ditandai dengan meningkatnya kepedulian terhadap teman, kemampuan mengekspresikan perasaan, serta berkurangnya konflik sosial. Selain itu, guru memperoleh keterampilan baru dalam mengintegrasikan pembelajaran sosial-emosional di kelas. Kegiatan ini disimpulkan efektif dalam mendukung pengembangan empati siswa dan menciptakan iklim sekolah yang lebih positif dan harmonis.
Copyrights © 2026