Tunarungu merupakan istilah yang merujuk pada individu dengan gangguan pendengaran, mencakup berbagai tingkat keparahan mulai dari ringan hingga berat yang tergolong tuli. Komunikasi antara penyandang tunarungu dan masyarakat umum sering kali mengalami kendala karena kurangnya pemahaman terhadap bahasa isyarat. Oleh karena itu, diperlukan suatu solusi untuk memperkenalkan bahasa isyarat secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan bahasa isyarat kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi Augmented Reality sebagai media pembelajaran. Augmented Reality merupakan teknologi yang mengintegrasikan objek dua dimensi dan tiga dimensi ke dalam lingkungan nyata secara real-time. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap bahasa isyarat serta mempermudah proses pembelajaran secara interaktif
Copyrights © 2025