Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak penggunaan bahasa Gayo di lingkungan rumah terhadap kemampuan berbahasa Indonesia pada anak usia dini di RA Semayang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara pada anak-anak berusia 5 hingga 6 tahun. Temuan penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang lebih sering menggunakan bahasa Gayo di rumah cenderung kesulitan dalam memahami perintah guru serta menyusun kalimat dalam bahasa Indonesia secara tepat. Sebaliknya, anak-anak yang terbiasa memakai bahasa Indonesia di rumah memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik. Hasil ini menegaskan bahwa penggunaan bahasa daerah tanpa diimbangi stimulasi bahasa Indonesia dapat memengaruhi kemampuan berbahasa anak di lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, peran aktif dari orang tua dan guru sangat diperlukan untuk menyeimbangkan penggunaan bahasa daerah dan bahasa Indonesia dalam aktivitas sehari-hari.
Copyrights © 2024