Budidaya ikan patin merupakan salah satu sektor perikanan yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberlanjutan pengelolaan budidaya perikanan komoditas ikan patin di Kabupaten Tulungagung. Analisis data yang digunakan adalah analisis MDS-Rapcultiv untuk menilai keberlanjutan berdasarkan dimensi ekologi, ekonomi, sosial, serta hukum dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keberlanjutan multidimensi sebesar 72,75% yang termasuk kategori cukup berkelanjutan dan mendekati berkelanjutan. Dimensi ekologi dipengaruhi oleh kualitas air, kualitas benih, dan pengendalian penyakit yang berkontribusi terhadap kelulushidupan ikan dan mutu hasil. Dimensi ekonomi ditentukan oleh ketersediaan pasar, stabilitas harga, dan biaya produksi, terutama pakan sebagai komponen terbesar. Dimensi sosial dipengaruhi oleh kemampuan menyerap IPTEK, pengalaman pembudidaya, partisipasi keluarga, serta pengelolaan limbah yang berperan dalam menjaga stabilitas usaha dan hubungan sosial. Dimensi hukum dan kelembagaan didukung oleh keberadaan penyuluh, penerapan standar CPIB dan CBIB, serta keaktifan kelompok pembudidaya yang memperkuat kapasitas dan akses pasar. Pengelolaan budidaya dilakukan secara terpadu melalui peningkatan kualitas air, penggunaan benih unggul, efisiensi pakan, penguatan kapasitas pembudidaya, pengelolaan limbah yang terstruktur, serta penguatan kelembagaan dan kemitraan untuk meningkatkan keberlanjutan usaha.
Copyrights © 2026