Publish Date
30 Nov -0001
Tamanan porang atau tanaman Kula-Kula (Amorphophallus muelleri Blume) memiliki potensi yang tinggi untuk dibudidayakan karena permintaanya terus meningkat di pasar dunia. Porang adalah salah satu jenis tanaman iles-iles berumbi yang tumbuh di dalam hutan dengan sistem tumpang sari. Umbi tersebut berpotensi memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena mengandung glukomanan yang baik untuk kesehatan dan dapat diolah menjadi bahan pangan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Desa Belatungan merupakan salah satu desa yang pernah membudidayakan porang. Hal ini didukung pula dengan topografi Desa Belatungan berupa pegunungan dengan tanah gembur berpasir sehingga sangat cocok untuk budidaya Porang. Namun sayangnya meskipun potensi hasil tani Porang begitu besar, terdapat penurunan penjualan porang pada tahun 2023 hingga 2024, akibatnya banyak porang yang terbuang dan tidak dimanfaatkan secara maksimal. Tujuan utama dari diadakannya program ini adalah untuk meningkatkan aspek fungsional perhutanan sosial di Desa Belatungan oleh kelompok tani masyarakat Desa Belatungan, meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus memperkenalkan Kula-Kula produksi Bali ke kancah regional hingga nasional. Metodologi Pengabdian Masyarakat melibatkan kombinasi pendekatan teori dan praktik. Masyarakat Desa Belatungan diberikan pemahaman sekaligus praktik mengenai budidaya porang, pengolahan porang menjadi bahan makanan, hingga pemasaran produk hasil olahan porang melalui sosialisasi, demonstrasi, sekaligus pelatihan dan pendampingan oleh Tim Pelaksana PPK Ormawa LPM Kertha Aksara. Hasil dari pengabdian ini terlihat pada peningkatan produktivitas, keterampilan, dan efisiensi masyarakat Desa Belatungan dalam membudidayakan, mengolah, hingga memasarkan porang dan hasil olahannya. Oleh karena itu, dengan adanya pengabdian ini maka perekonomian masyarakat Desa Belatungan pun dapat meningkat.
Copyrights © 0000