Pendahuluan: Gagal ginjal kronis merupakan penyakit progresif yang memerlukan terapi pengganti ginjal jangka panjang, terutama hemodialisis. Prosedur ini sering menimbulkan dampak negatif terhadap kualitas tidur serta kondisi psikologis pasien, seperti kecemasan dan depresi. Pendekatan medis konvensional cenderung berfokus pada aspek fisik dan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan holistik pasien. Oleh karena itu, konseling spiritual sebagai terapi komplementer mulai dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas konseling spiritual terhadap kualitas tidur, kecemasan, dan depresi pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis yang disusun mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan Europe PMC menggunakan kata kunci yang relevan. Kriteria inklusi meliputi penelitian dengan desain randomized controlled trial dalam sepuluh tahun terakhir, melibatkan pasien dewasa yang menjalani hemodialisis, serta menilai luaran kualitas tidur dan kondisi psikologis. Pembahasan: Sebanyak enam artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif. Seluruh penelitian menunjukkan bahwa konseling spiritual memberikan perbaikan bermakna pada kualitas tidur serta penurunan tingkat kecemasan dan depresi dibandingkan kelompok kontrol. Intervensi spiritual terbukti membantu pasien dalam mengelola stres, meningkatkan ketenangan batin, dan memperbaiki respons psikologis terhadap penyakit kronis. Simpulan: Konseling spiritual efektif sebagai terapi komplementer dalam meningkatkan kualitas tidur dan kesejahteraan psikologis pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Pendekatan holistik ini layak dipertimbangkan dalam praktik pelayanan kesehatan.
Copyrights © 2026