Generation Z from affluent families live in a social context influenced by a consumer culture and intense exposure to digital media. This situation makes the role of the family in fostering the value of simplicity increasingly important. This study aims to examine how affluent families implement democratic parenting in the process of instilling the value of simplicity in Gen Z adolescents. This study is based on Fitzpatrick's Family Communication theory and the concept of interpersonal communication to understand the interaction patterns formed between parents and children. The research method used is qualitative with a phenomenological approach through in-depth interviews, non-participatory observation, and documentation. The results show that democratic parenting is reflected in open communication practices, providing space for children to express opinions, and joint decision-making. The value of simplicity is conveyed through consistent parental behavior, money management training, and habits that are not oriented towards luxury. Adolescents demonstrate internalization of these values through the ability to control consumption, assess needs rationally, and manage personal finances even in a consumptive environment. Overall, this study confirms that democratic parenting is an effective strategy in fostering a modest attitude in adolescents from affluent families through integrated communication, role models, and habits. Generasi Z dari keluarga berada hidup dalam konteks sosial yang dipengaruhi oleh budaya konsumtif dan paparan intens media digital. Situasi tersebut membuat peran keluarga dalam membangun nilai kesederhanaan menjadi semakin penting. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana keluarga berada menerapkan pola asuh demokratis dalam proses penanaman nilai kesederhanaan pada remaja Gen Z. Kajian ini berlandaskan teori Komunikasi Keluarga Fitzpatrick serta konsep komunikasi interpersonal untuk memahami pola interaksi yang terbentuk antara orang tua dan anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa pola asuh demokratis tercermin melalui praktik komunikasi yang terbuka, pemberian ruang bagi anak untuk berpendapat, serta pengambilan keputusan bersama. Nilai kesederhanaan disampaikan melalui konsistensi perilaku orang tua, latihan pengelolaan uang, dan pembiasaan hidup yang tidak berorientasi pada kemewahan. Remaja menunjukkan internalisasi nilai tersebut melalui kemampuan mengontrol konsumsi, menilai kebutuhan secara rasional, dan mengelola keuangan pribadi meskipun berada di lingkungan yang konsumtif. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pola asuh demokratis merupakan strategi efektif dalam membentuk sikap sederhana pada remaja keluarga berada melalui keterpaduan komunikasi, teladan, dan pembiasaan.
Copyrights © 2025