Kiwari
Vol. 5 No. 1 (2026): Kiwari

Representasi Budaya Korea dalam Film “Kpop Demon Hunters” (Analisis Semiotika Roland Barthes)

Nanda, Bayu Dwi (Unknown)
Aulia, Sisca (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Mar 2026

Abstract

Film as a communication medium combines sound and image, reaching widely, delivering messages quickly, effectively. This study examines the representation of Korean culture in the Netflix animated film “K-pop Demon Hunters”. In the context of globalization, the film is compelling for its fusion of contemporary pop culture with Korea’s local traditions. The research aims to explore how cultural symbols both traditional and modern are constructed through the film’s visual elements. The analysis reveals that the film successfully represents Korean identity by blending visual symbols with the modern lifestyle of K-pop idols. Applying Roland Barthes’ semiotic theory, the study uncovers denotative and connotative meanings that shape a myth of cultural adaptation. Ancient spiritual practices such as shamanism are heroically portrayed as world-saving forces, reflecting Korea’s creative strategy in packaging ancestral mysticism into fantasy narratives appealing to international audiences. Thus, the film introduces traditional elements to global viewers without erasing their original meaning, while illustrating how local culture can transform and interact with global pop currents. The analysis also highlights the role of visual aesthetics, music, costumes, and character narratives in reinforcing cultural messages, opening discussions on the commodification of tradition and the evolving dynamics of identity within the rapidly expanding transnational entertainment industry. Film sebagai media komunikasi memadukan suara dan gambar, menjangkau luas, menyampaikan pesan cepat, efektif. Penelitian ini mengkaji representasi budaya Korea dalam film animasi Netflix “K-pop Demon Hunters”. Dalam konteks globalisasi, film tersebut menarik karena memadukan budaya populer kontemporer dengan tradisi lokal Korea. Tujuan penelitian adalah menelaah bagaimana simbol-simbol budaya, baik yang bersifat tradisional maupun modern, dibangun melalui elemen visual film. Hasil analisis menunjukkan bahwa film mampu merepresentasikan identitas Korea melalui kombinasi simbol visual yang berpadu dengan gaya hidup modern para idola K-pop. Dengan menerapkan teori semiotika Roland Barthes, studi ini mengungkap makna denotatif dan konotatif yang membentuk mitos adaptasi budaya. Praktik spiritual kuno seperti shamanisme digambarkan secara heroik sebagai kekuatan pelindung dunia, yang mencerminkan strategi kreatif Korea dalam mengemas aspek mistis leluhur menjadi narasi fantasi yang menarik bagi penonton internasional. Dengan demikian, film ini berhasil memperkenalkan unsur-unsur tradisional kepada audiens global tanpa menghilangkan makna aslinya, sekaligus menunjukkan bagaimana budaya lokal dapat bertransformasi dan berinteraksi dengan arus budaya populer global. Analisis ini juga menyoroti peran estetika visual, musik, kostum, dan narasi karakter dalam memperkuat pesan budaya, serta membuka ruang diskusi tentang komodifikasi tradisi dan dinamika identitas dalam industri hiburan transnasional yang terus berkembang pesat kini.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

Kiwari

Publisher

Subject

Humanities Social Sciences

Description

Kiwari (EISSN: 2827-8763) merupakan jurnal hasil karya tulis dari mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara. Jurnal ini menjadi forum publikasi bagi hasil karya mahasiswa. Artikel yang diterbitkan masih jauh dari sempurna dan terbuka untuk saran serta kritik yang membangun. Kiwari ...