Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep etika dalam pemikiran Hamka serta relevansinya terhadap penguatan toleransi antarumat beragama dalam masyarakat plural. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya sikap intoleransi, eksklusivisme, dan konflik sosial berbasis agama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan pendekatan analisis pemikiran tokoh. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika dalam pemikiran Hamka merupakan integrasi antara iman, akhlak, dan kehidupan sosial. Etika dipahami sebagai ekspresi kesadaran tauhid yang melahirkan sikap adil, jujur, dan menghormati sesama. Dalam konteks hubungan antarumat beragama, toleransi bukan berarti relativisme kebenaran, melainkan sikap etis yang lahir dari kedewasaan iman. Relevansi pemikiran Hamka terlihat pada tiga aspek: teologis, moral-filosofis, dan sosial. Dengan demikian, pemikiran Hamka memberikan kontribusi penting dalam membangun toleransi yang berakar pada etika keberagamaan.
Copyrights © 2026