Kondisi kesehatan lingkungan di Indonesia masih memprihatinkan akibat sanitasi masyarakat yang belum optimal sehingga memicu tingginya kejadian penyakit infeksi dan menular. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran sanitasi dasar dan kejadian diare pada ibu dan anak Suku Bajo di Tampo, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna Tahun 2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan analisis univariat dan uji one way ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa air bersih yang digunakan responden umumnya telah memenuhi karakteristik fisik, seperti tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna, suhu normal, dan tidak keruh. Namun, aspek sanitasi lainnya belum memadai. Jamban keluarga belum memenuhi syarat dari segi konstruksi, kebersihan, dan pengelolaan limbah tinja. Selain itu, SPAL dan pengelolaan sampah rumah tangga juga belum sesuai standar kesehatan lingkungan. Disimpulkan bahwa sarana sanitasi dasar, meliputi air bersih, jamban, SPAL, dan tempat pembuangan sampah, belum tersedia secara layak. Oleh karena itu, diperlukan peran pemerintah setempat dalam meningkatkan sosialisasi dan intervensi sanitasi guna meningkatkan status kesehatan serta menurunkan risiko penularan penyakit.
Copyrights © 2026