The addition of reinforced concrete walls is an effective reinforcement solution for reinforced concrete structures. However, openings for architectural and mechanical purposes are unavoidable. This study aims to validate the accuracy of the Finite Element Method (FEM) using MIDAS FEA NX in predicting the structural behavior of walls with openings, as well as analyzing the effect of variations in the ratio of wider openings. Numerical modeling uses material properties and dimensions identical to experimental research on a 1/3 scale. Four models were validated (REF, FRCSS, HRCSS-1, HRCSS-2) with simulation results differing from the laboratory by 0.92%-3.47%. The model uses smeared crack concrete for concrete and von Mises for steel reinforcement. The results show that adding structural wall reinforcement increases the lateral load capacity up to 14 times (from 23.57 kN to 333.12 kN). However, increasing the opening ratio from 0% to 10.3%, 15%, and 20% reduced the structural capacity by 29.29%, 31.14%, and 38.04%, respectively. This study provides guidance on the optimal opening range for practical design in high seismic zones, especially in Indonesia. Abstrak Penambahan dinding struktur beton bertulang merupakan solusi perkuatan efektif pada struktur beton bertulang. Namun, keberadaan bukaan untuk keperluan arsitektural dan mekanikal tidak dapat dihindarkan. Penelitian ini bertujuan memvalidasi akurasi Metode Elemen Hingga (FEM) menggunakan MIDAS FEA NX dalam memprediksi perilaku struktural dinding dengan bukaan, serta menganalisis pengaruh variasi rasio bukaan yang lebih luas. Pemodelan numerik menggunakan properti material dan dimensi identik dengan penelitian eksperimentalĀ pada skala 1/3. Empat model divalidasi (REF, FRCSS, HRCSS-1, HRCSS-2) dengan perbedaan hasil simulasi terhadap laboratorium berkisar 0,92%-3,47%. Model menggunakan smeared crack concrete untuk beton dan von Mises untuk baja tulangan. Hasil menunjukkan penambahan perkuatan dinding struktur meningkatkan kapasitas beban lateral hingga 14 kali lipat (dari 23,57 kN menjadi 333,12 kN). Namun, peningkatan rasio bukaan dari 0% menjadi 10,3%, 15%, dan 20% menurunkan kapasitas struktural masing-masing sebesar 29,29%, 31,14%, dan 38,04%. Penelitian ini memberikan panduan rentang bukaan optimal untuk desain praktis di zona seismik tinggi khususnya di Indonesia.
Copyrights © 2026