Subgrade strength is a crucial factor in pavement design for areas subjected to static and dynamic traffic loads. This research aims to evaluate the subgrade's bearing capacity at a planned tourism area in Lembang, West Java. The evaluation was conducted using the field CBR test method in accordance with ASTM D 4429 and SNI 1738:2011. Data collection was carried out at 12 scattered areas, covering a total of 89 representative test points. The results show that the actual CBR values varied significantly with average values at each test area ranging from 4.35% to 6.45%. Although all values met the minimum design requirement (>2%), most of the subgrade conditions were classified as "Very Poor" to "Poor-Fair" and remained below the 6% threshold. This condition indicates low subgrade bearing capacity, high deformation potential, and non-uniform subgrade properties, so it is recommended to carry out soil improvement before the pavement construction stage is carried out in the planned tourism area. Abstrak Kekuatan tanah dasar (subgrade) merupakan faktor krusial dalam perencanaan perkerasan yang akan menanggung beban lalu lintas statis dan dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya dukung tanah dasar di suatu rencana kawasan wisata di Lembang, Jawa Barat. Evaluasi dilakukan menggunakan metode uji California Bearing Ratio (CBR) lapangan sesuai standar ASTM D 4429 dan SNI 1738:2011. Pengambilan data dilakukan pada 12 area yang tersebar dan mencakup total 89 titik uji representatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CBR lapangan tanah dasar rata-rata pada setiap area pengujian berkisar antara 4,35% hingga 6,45%. Meskipun seluruh nilai tersebut telah memenuhi syarat minimum perencanaan (>2%), mayoritas kondisi tanah dasar tergolong dalam kategori “Very Poor” hingga “Poor-Fair” dan berada di bawah ambang batas 6%. Kondisi ini mengindikasikan daya dukung tanah dasar yang rendah, potensi deformasi yang tinggi, dan sifat subgrade yang tidak seragam, sehingga direkomendasikan untuk melakukan perbaikan tanah (soil improvement) sebelum tahap konstruksi perkerasan dilakukan pada rencana kawasan wisata tersebut.
Copyrights © 2026