Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

EFEK KONDISI INISIAL KADAR AIR TERHADAP KADAR AIR OPTIMUM DAN KEPADATAN KERING MAKSIMUM PADA TANAH BUTIR HALUS TERKOMPAKSI Andrias Suhendra Nugraha
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2023): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v6i1.11660

Abstract

Kompaksi adalah proses pemadatan tanah dengan menggunakan energi mekanik yang dipengaruhi oleh modifikasi kadar air untuk meningkatkan kekuatan (strength) dari suatu tanah yang digunakan sebagai pavement subgrade. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pengaruh kondisi inisial dari kadar air terhadap kadar air optimum (OMC) dan kepadatan kering maksimum (MDD) dari tanah berbutir halus terkompaksi di laboratorium. Tanah uji yang digunakan pada penelitian ini berasal dari dua lokasi di Jawa Barat yaitu: area Lembang – Bandung dan area Gn. Salak – Bogor. Uji kompaksi menggunakan energi kompaksi standard Proctor yang mengacu pada standar ASTM D 698. Terdapat dua kondisi inisial untuk kadar air dari tanah uji yaitu; kondisi air dried dan kondisi natural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah Lembang maupun tanah Gn. Salak diklasifikasikan sebagai tanah berbutir halus dengan kadar air natural tinggi. Pada kondisi inisial kadar air air dried, walaupun memiliki perbedaan nilai OMC sebesar 15% (54% untuk tanah Lembang dan 39% untuk tanah Gn. Salak), tetapi nilai MDD untuk kedua tanah hampir sama yaitu 1.00 t/m3 untuk tanah Lembang dan 1.07 t/m3 untuk tanah Gn. Salak. Pada kondisi inisial kadar air natural, OMC dan MDD untuk tanah Lembang dan tanah Gn. Salak sulit untuk ditentukan karena tidak diperolehnya titik puncak dari kurva kompaksi.
Model Plastisitas Mohr-Coulomb, Drucker-Prager, Cam-Clay, dan Cap Berdasarkan Konsep Critical State Andrias Suhendra Nugraha
Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v3i2.1288

Abstract

Semua jejak lintasan sejarah pembebanan pada tanah akan berakhir dan runtuh menuju pada suatugaris yang dikenal sebagai critical state line. Di luar boundary surface, tidak mungkin dijumpai jejakpembebanan tanah. Jejak lintasan tanah pada umumnya adalah elastoplastis. Jejak pembebanan padabidang elastic wall hingga interseksi bidang tersebut bidang drained atau undrained merupakanperilaku elastis dari tanah. Keluar dari yield line, perilaku tanah menjadi plastis hingga menujuboundary surface dan berakhir di critical state line. Tulisan ini hendak menjabarkan mengenaibeberapa model plastisitas yang dapat digunakan untuk memberi gambaran mengenai fenomenaplastis pada tanah. Model yang akan dibahas adalah Mohr-Coulomb, Drucker-Prager, Cam-Clay, danCAP model. Beberapa parameter, cara memperoleh parameter, serta keuntungan dan kelebihan padamodel-model tersebut juga dicoba dijabarkan. Studi kasus dilakukan pada tanah lempung UniversitasKristen Maranatha Bandung dengan data hasil pengujian triaxial compression consolidatedundrained. Data hasil penyelidikan tersebut digunakan untuk mendapatkan parameter-parametertanah yang diperlukan dalam model-model plastisitas yang dibahas, serta memberi keterangan yangdiperlukan sebagai interprestasi hasil dari kurva yang dihasilkan.
Tahanan Gesekan Selimut pada Tiang Bor Panjang Andrias Suhendra Nugraha
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v10i2.1391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari mekanisme transfer beban (load transfer) dan tahanangesekan selimut (skin friction resistance) dari hasil uji beban aksial terinstrumentasi pada tiang bor(bored pile). Diameter tiang, d, yang ditinjau pada penelitian ini adalah 1.00 m dan panjang tiang,L, yang ditinjau adalah 43.10m dan 48.00m. Hasil uji beban aksial terinstrumentasi pada 2 tiangbor panjang (long bored pile) dengan ujung bawah tiang terletak pada tanah lanau (silt) danlempung (clay) dengan konsistensi very stiff hingga hard menunjukkan bahwa tahanan gesekanselimut termobilisasi pada deformasi yang kecil yaitu pada 0.9% d hingga 2.6% d.
Pengaruh Bentuk dan Rasio Kelangsingan pada Tiang Pancang yang Dibebani Lateral Andrias Suhendra Nugraha; Poppy Chaerani Mulyadi
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v11i1.1398

Abstract

Tiang pancang adalah salah satu jenis pondasi dalam (deep foundation). Pondasi tiang pancangberfungsi untuk meneruskan beban-beban yang bekerja pada suatu struktur ke dalam tanah.Kedalaman pemancangan tiang bergantung pada besarnya beban kerja (working load), jenis tanah,dan spesifikasi tiang yang digunakan. Pada penelitian ini bentuk tiang pancang yang dianalisisadalah bentuk dengan penampang melintang (cross section) segiempat dengan dimensi 0.35 m x0.35 m dan lingkaran dengan diameter 0.35 m. Panjang tiang pancang yang dianalisis adalah 7.0m, 10.0 m dan 15.0 m. Jenis tanah yang ditinjau adalah tanah non-kohesif ; loose sand, mediumsand dan dense sand. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas lateral tiang pancang betonbentuk persegi lebih besar dibandingan dengan kapasitas lateral tiang pancang beton bentuklingkaran dengan perbandingan 17.61 % untuk kondisi pemancangan pada tanah loose sand, 13.41% untuk kondisi pemancangan pada tanah medium sand, 23.24 % untuk kondisi pemancanganpada tanah dense sand. Perubahan nilai rasio kelangsingan, L/d tidak mempengaruhi besarnyakapasitas lateral tiang pancang baik untuk tiang persegi maupun tiang lingkaran. Penurunan nilairasio kelangsingan, L/d akan memperkecil nilai defleksi lateral pada kepala tiang baik untuk tiangpersegi maupun tiang lingkaran
Analisis Beban-Penurunan pada Pondasi Tiang Bor Berdasarkan Hasil Uji Beban Tiang Terinstrumentasi dan Program Geo5 Andrias Suhendra Nugraha; Angel Refanie
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v11i2.1408

Abstract

Pondasi tiang bor merupakan salah satu jenis pondasi dalam. Pada pondasi tiang bor yangmenerima beban aksial, beban didistribusikan ke tanah melalui tahanan ujung dan tahanan selimuttiang. Uji beban aksial tiang terinstrumentasi yang dilengkapi instrumentasi berupa VWSG(Vibrating Wire Strain Gauge) dan tell-tale extensometer dilakukan untuk mengetahui perilakudistribusi beban dan beban-penuruan dari pondasi tiang bor. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis beban-penurunan pada pondasi tiang bor akibat pembebanan aksial. Analisisdilakukan pada pondasi tiang bor dengan diameter 1,0 m, panjang 59,3 m, pada tanah yang terdiriatas medium silty clay, stiff silty clay, dan hard clay. Pembebanan saat uji beban dilakukan hingga300% dari beban kerja (working load) sebesar 600 ton melalui 6 siklus pembebanan. Hasil ujibeban terinstrumentasi menunjukkan bahwa penurunan pondasi tiang bor adalah sebesar 3,8 mmsaat beban uji mencapai 600 ton (working load). Sementara hasil dari program GEO5 saat bebanuji 600 ton, penurunan pondasi tiang bor adalah sebesar 16.3 mm
Pengaruh Ukuran Butir Terhadap Water Absorption Material Crushed Limestone Padalarang Andrias Suhendra Nugraha; Zulhazmi Ardi
Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v13i1.1429

Abstract

Salah satu kriteria desain timbunan pada suatu konstruksi perkerasan jalan adalahparameter kompaksi. Parameter kompaksi yang dimaksud antara lain adalah berat volume keringmaksimum, ?dry max dan kadar air optimum, wopt yang diperoleh dari uji kompaksi materialtimbunan di laboratorium. Kadar air, w suatu material akan berdampak pada kemampuan(workability) material tersebut saat uji kompaksi di laboratorium dilaksanakan. Untuk kondisidimana kadar air, w material uji melampaui nilai kadar air optimum, wopt, maka terdapat kondisi dimana material uji tidak lagi mempunyai kemampuan menyerap air, sehingga jumlah air yangditambahkan terhadap material uji tidak dapat secara optimal diserap oleh material uji. Untukmengantisipasi tidak terjadinya ketidakmampuan material dalam hal menyerap air pada ujikompaksi, maka diperlukan suatu proses uji untuk memberikan informasi tentang kemampuanpenyerapan air. Salah satu proses uji tersebut antara lain adalah uji water absorption (WA).Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh ukuran butir terhadap waterabsorption material crushed limestone. Material crushed limestone yang digunakan berasal daridaerah Padalarang, Jawa Barat dengan ukuran butir maksimum, dmax = 2,0mm dan dmax =4,75mm. Jenis gradasi dari material uji adalah poorly graded. Pengujian water absorptionmengacu pada standar NF EN 1097-6:2001 (European Standard).Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan ukuran butir maksimum dari dmax2,0mm ke 4,75mm untuk material crushed limestone Padalarang dengan jenis gradasi poorlygraded, menghasilkan penurunan nilai water absorption, WA sebesar 42,65% dan peningkatankadar air, w maksimum sebesar 40,94%
Studi Pengaruh Ukuran Butir terhadap Parameter Kompaksi dan Nilai CBR Material Crushed Limestone Padalarang Andrias Suhendra Nugraha; Jordan D. Fahlevi; William H. Soentpiet
Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v13i2.1442

Abstract

Suatu konstruksi jalan terdiri dari beberapa lapisan yaitu subgrade (tanah dasar), subbase (lapispondasi bawah), base (lapis pondasi atas), dan surface (lapis permukaan). Untuk lapisan subbase,dan base dapat digunakan batu pecah (crushed rock). Salah satu material batu pecah tersebutadalah crushed limestone. Crushed limestone adalah limestone (batu kapur) yang telah melaluiproses crushing di pabrik untuk mendapatkan berbagai ukuran butir yang dibutuhkan dalamkeperluan desain.Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis pengaruh ukuran butir terhadap parameter kompaksidan nilai California Bearing Ratio (CBR) material crushed limestone. Material crushed limestoneyang digunakan berasal dari daerah Padalarang, Jawa Barat. Ukuran butir equivalent dari materialcrushed limestone yang digunakan sebagai sampel uji antara lain adalah:2mm (SU1), 3mm (SU2)dan 4mm (SU3). Uji kompaksi di laboratorium menggunakan tata cara standard Proctor testdengan mengacu pada standar uji ASTM D 698. Uji CBR di laboratorium mengacu pada standaruji ASTM D 1883.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio kenaikan maximum dry density, ?dry max SU2 dan SU3terhadap ?dry max SU1 berturut-turut adalah; 0.6% dan 1.9%, hal ini menunjukkan bahwapeningkatan ukuran butir equivalent dari 2mm ke 4mm tidak berpengaruh secara signifikanterhadap parameter ?dry max. Rasio kenaikan nilai CBR design SU2 dan SU3 terhadap CBR designSU1 berturut-turut adalah; 16.3% dan 32.7%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar ukuranbutir equivalent material crushed limestone maka semakin tinggi nilai CBR design.
Pengaruh Waktu Pembebanan Uji Konsolidasi 1 Dimensi terhadap Nilai Oedometric Modulus Tanah Silty Clay Andrias Suhendra Nugraha; Sutan A.H.M. Manurung
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v14i2.1798

Abstract

Investigasi geoteknik baik di laboratorium maupun di lapangan sangat penting dilakukan padasuatu pembangunan infrastruktur. Parameter yang diperoleh dari hasil investigasi geoteknikmenentukan pula kualitas analisis dan desain pada suatu konstruksi. Pekerjaan bidang geoteknikyang umum dilakukan antara lain adalah analisis penurunan tanah. Parameter penurunan tanahdapat diperoleh dari hasil investigasi geoteknik dengan melakukan uji konsolidasi 1 (satu) dimensidi laboratorium. Salah satu parameter yang dihasilkan oleh uji konsolidasi tersebut adalahoedometric modulus, Eoed.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh waktu pembebanan untuk setiapkenaikan beban (load increament) pada uji konsolidasi 1 dimensi di laboratorium terhadap nilaieodometric modulus. Metode yang digunakan adalah, membandingkan nilai Eoed hasil ujikonsolidasi dengan waktu pembebanan 24 jam dan waktu pembebanan 48 jam untuk setiapkenaikan beban. Penelitian ini menggunakan 2 sampel uji (sample A dan sampel B) tanah siltyclay yang diperoleh dari 2 lubang bor yang berbeda, dimana untuk setiap sampel uji dibagimenjadi dua, yaitu; 1 sampel untuk kondisi waktu pembebanan 24 jam dan 1 sampel lainnya untukkondisi waktu pembebanan 48 jam untuk setiap kenaikan bebannya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Eoed dipengaruhi oleh waktu pembebanan pada saattegangan konsolidasi efektif, ?’vc bekerja pada rentang; 200 – 400kPa. Pada sampel A, nilai Eoeduntuk waktu pembebanan 48 jam lebih besar 49,4% dari Eoed dengan waktu pembebanan 24 jam.Sementara pada sampel B, nilai Eoed untuk waktu pembebanan 48 jam lebih besar 21,6% dari Eoeddengan waktu pembebanan 24 jam
Efek Pengurangan Dimensi Mold terhadap Nilai CBR-Unsoaked Material Crushed Limestone Pangandaran Andrias Suhendra Nugraha; Ahmad Fauzi Iqbal
Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v15i1.1857

Abstract

California Bearing Ratio (CBR) adalah salah satu parameter geoteknik yang digunakan padadesain konstruksi jalan. Nilai CBR dapat diperoleh baik dari hasil pengujian material dilaboratorium maupun di lapangan. Pada pelaksanaan uji CBR di laboratorium, dibutuhkan volumematerial uji yang cukup besar sehingga membutuhkan biaya yang mahal. Untuk mengurangi biayadan kebutuhan material uji tersebut maka diperlukan suatu upaya untuk melakukan penelitianterhadap uji CBR laboratorium dengan menggunakan mold (cetakan) uji berdiameter lebih kecil(non-standard) dari mold standard untuk uji CBR.Tujuan penelitian adalah mengevaluasi efek pengurangan dimensi mold terhadap nilai CBRunsoakedmaterial crushed limestone. Material uji berasal dari daerah Pangandaran, Jawa Barat.Diameter mold uji non-standard yang digunakan untuk uji CBR antara lain adalah: 10,06cm (moldstandard Proctor), 7,94cm (mold non-standard A), 4,96cm (mold non-standard B). Ukurandiameter piston ~ 1/3 ukuran diameter mold.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio pengurangan diameter mold berbanding terbalik denganrasio peningkatan nilai CBR-unsoaked. Rasio pengurangan dimensi mold uji non-standardterhadap dimensi mold uji CBR standard berturut-turut adalah; 0,66 (atau ~ 2/3) untuk moldstandard proctor, 0,52 (atau ~ 1/2) untuk mold non-standard A, dan 0,33 (atau ~ 1/3) untuk moldnon-standard B. Rasio peningkatan nilai California Bearing Ratio (CBR)-unsoaked dengan molduji non-standard terhadap nilai CBR-unsoaked dengan mold uji CBR standard beturut-turutadalah; 1,67 (atau ~ 3/2) untuk uji dengan mold standard Proctor, 2,04 (atau ~ 2/1) untuk ujidengan mold non-standard A, dan 3,08 (atau ~ 3/1) untuk uji dengan mold non-standard B.
PENGARUH SUDUT KEMIRINGAN LERENG TERHADAP ANGKA STABILITAS LERENG TANAH KOHESIF BERDASARKAN KURVA TAYLOR DAN SOFTWARE GEO5 Andrias Suhendra Nugraha; Adi Kurniawan Sutanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v15i2.1958

Abstract

Perkembangan software dalam bidang geoteknik khususnya pada analisis stabilitas lereng akan mempermudah analisis dan juga memberikan tingkat akurasi analisis yang lebih baik dari metode konvensional. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sudut kemiringan lereng (?) terhadap angka stabilitas (Ns) pada lereng tanah kohesif homogen berdasarkan kurva Taylor dan analisis output software Geo5. Jenis tanah kohesif pada lereng adalah lempung dengan konsistensi medium (medium clay). Sudut kemiringan lereng (?) yang ditinjau lebih kecil dari 53°. Hasil studi menunjukkan bahwa salah satu keunggulan analisis stabilitas lereng dengan software Geo5 adalah dapat memberikan informasi mengenai lokasi slip circle atau circular slip surface, dimana hal ini tidak dapat diperoleh dari kurva Taylor. Sudut kemiringan lereng semakin besar, maka angka stabilitas semakin besar untuk setiap faktor kedalaman (Df) yang sama. Hal tersebut berlaku untuk analisis berdasarkan kurva Taylor maupun berdasarkan software Geo5. Selisih absolute angka stabilitas berdasarkan kurva Taylor terhadap hasil analisis software Geo5, berkisar antara 0.17% hingga 3.08% untuk kondisi faktor jarak (n) antara 0 hingga 3. Angka stabilitas dipengaruhi juga oleh faktor kedalaman, dimana angka stabilitas akan meningkat seiring dengan meningkatkan faktor kedalaman.