Penelitian ini mengkaji peran konstruksi sintaksis dalam merepresentasikan dan menegosiasikan ideologi gender dalam dialog film Indonesia kontemporer. Berbeda dari kajian sebelumnya yang berfokus pada aspek leksikal, tematik, dan naratif, penelitian ini menempatkan sintaksis sebagai unit analisis utama untuk memahami relasi kuasa dan posisi gender pada tataran mikro. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis berbasis gender. Data berupa dialog dari lima film Indonesia kontemporer yang dianalisis melalui klasifikasi dan interpretasi pola sintaksis, meliputi kalimat aktif, pasif, imperatif, serta variasi negatif dan interogatif. Hasil menunjukkan bahwa konstruksi sintaksis membentuk pola sistematis dalam representasi gender. Kalimat aktif mendominasi dan menempatkan perempuan sebagai agen, meskipun sering bersifat terbatas. Kalimat pasif mengaburkan agen dan merepresentasikan subordinasi, sedangkan kalimat imperatif mencerminkan relasi kuasa yang dominatif maupun negosiatif. Secara lintas film, ditemukan tiga tipologi representasi: progresif, konservatif, dan ambivalen, yang menunjukkan kompleksitas konteks. Temuan ini menegaskan sintaksis sebagai perangkat ideologis sekaligus menunjukkan pergeseran menuju pendekatan kontekstual dan dialektis.
Copyrights © 2025