Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembekuan cepat dan lambat dengan berbagai konsentrasi dimetil sulfoksida (DMSO) terhadap kualitas sperma Bangkok setelah thawing. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 tingkat perlakuan, yaitu pembekuan lambat DMSO 7%, pembekuan lambat DMSO 14%, pembekuan cepat DMSO 7%, pembekuan cepat DMSO 14%, dan pembekuan cepat DMSO 21%. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA), jika ditemukan pengaruh signifikan, dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Sebelum pembekuan, semen segar dari ayam jantan dievaluasi secara makroskopis dan mikroskopis. Untuk perlakuan pembekuan lambat, semen dilakukan proses ekuilibrasi (suhu 5 °C selama 2 jam) kemudian dilanjutkan ke tahap prefreezing (3 cm di atas nitrogen cair selama 10 menit) dan pembekuan. Pada pembekuan cepat, semen tidak melalui tahap ekuilibrasi, langsung prefreezing dan pembekuan. Motilitas, viabilitas, dan abnormalitas dievaluasi setelah thawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembekuan cepat dan lambat tidak mempengaruhi motilitas sperma dan abnormalitas pada sperma setelah thawing, tetapi mempengaruhi viabilitas sperma, di mana pembekuan cepat dengan konsentrasi DMSO 14% mampu meningkatkan viabilitas sperma. Sehingga teknik pembekuan cepat berpotensi menggantikan teknik pembekuan lambat yang umumnya diterapkan dalam riset kriopreservasi semen ayam lokal Indonesia.
Copyrights © 2026