Resistensi antimikroba (AMR) merupakan krisis kesehatan global yang memerlukan pendekatan terintegrasi One Health untuk memitigasi penyebarannya pada manusia, hewan, dan lingkungan. Burung liar, melalui mobilitasnya berpotensi berperan signifikan sebagai bioindikator dan disseminator bakteri resisten. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ptofil AMR pada bakteri yang diisolasi dari burung Bondol Haji (Lonchura maja). Sebanyak 25 sampel swab kloaka diambil di wilayah Yogyakarta pada Juli–Agustus 2025. Isolasi bakteri dilakukan menggunakan prosedur standar, diikuti uji sensitivitas menggunakan metode Kirby–Bauer dengan enam antibiotik disk. Hasil penelitian mengidentifikasi L. maja membawa berbagai bakteri termasuk bakteri patogen, non patogen dan oportunistik patogen yang dominansi oleh Enterobacter spp. (32%) dan Escherichia coli (12%). Resistensi antibiotik pada bakteri terjadi terhadap berbagai kelas antibiotik termasuk Ceftriaxone (CRO) yang diklasifikasikan sebagai Highest Priority Critically Important Antimicrobial (HPCIA) pada manusia. Tidak ditemukan korelasi signifikan antara resistensi antibiotik dengan indeks Multiple Antibiotic Resistance (MAR) yang tinggi, mengindikasikan peran AMR inducer lain selain antibiotik dan adanya transmisi resisten dari bakteri lingkungan yang membentuk profil AMR dari bakteri yang diisolasi pada L. maja. Studi ini menegaskan peran L. maja sebagai reservoir lingkungan potensial yang memerlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui sumber dan mekanisme AMR.
Copyrights © 2026