Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat akurasi model prediksi kebangkrutan Grover dan Springate pada perusahaan subsektor tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif terhadap enam perusahaan sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan ketersediaan laporan keuangan tahunan. Analisis dilakukan dengan menghitung skor kebangkrutan menggunakan model Grover dan Springate serta mengevaluasi hasil klasifikasi kondisi keuangan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Grover memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan model Springate dalam memprediksi risiko kebangkrutan. Model Springate cenderung mengklasifikasikan lebih banyak perusahaan dalam kondisi bangkrut sehingga menghasilkan tingkat kesalahan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, model Grover dinilai lebih tepat sebagai alat deteksi dini risiko kebangkrutan pada subsektor tekstil dan garmen di Indonesia.
Copyrights © 2026