Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model Problem-Based Learning (PBL) pada pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SDN Karangharjo 01 pada bulan Januari hingga Maret 2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya pada aspek menganalisis, berargumentasi, dan menarik kesimpulan. Strategi guru dalam mengimplementasikan PBL dilakukan melalui tahapan pemberian masalah nyata, pembentukan kelompok diskusi, analisis masalah, pemberian arahan, dan presentasi hasil. Penerapan strategi tersebut mendorong siswa menjadi lebih aktif, percaya diri, serta mampu menyampaikan ide secara logis dan sistematis. Selain itu, ditemukan faktor pendukung berupa dukungan sekolah dan antusiasme siswa, serta hambatan berupa keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan siswa, dan kurangnya kepercayaan diri sebagian siswa. Dengan demikian, model PBL terbukti efektif sebagai alternatif pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA di Sekolah Dasar.
Copyrights © 2026