Penelitian ini membahas keterbatasan siswa diaspora dalam memperoleh pengalaman Bahasa Indonesia akibat minimnya penerapan bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menjelaskan cara penerapan pembelajaran partisipatif untuk mengatasi masalah keterbatasan siswa diaspora dalam memahami Bahasa Indonesia dalam konteks pendidikan nonformal. Metode kualitatif digunakan dengan cara observasi, wawancara semi terstruktur guru dan siswa, serta menganalisis dokumen di Sanggar Bimbingan Permai di Penang, Malaysia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran partisipatif dapat memberikan kesempatan lebih besar bagi mereka untuk terlibat langsung dalam belajar Bahasa Indonesia dengan kegiatan interaktif seperti diskusi, tanya jawab, dan kerja dalam kelompok. Peningkatan penggunaan Bahasa Indonesia terhadap tumbuhnya keberanian dan kelancaran siswa dalam berbicara, sementara ketepatan tata bahasa masih berkembang secara bertahap. Dengan demikian pembelajaran partisipatif berperan untuk peningkatan kemampuan Bahasa Indonesia bagi siswa diaspora di lingkungan pendidikan nonformal.
Copyrights © 2026