Dismenore merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar serta kualitas hidup. Di lingkungan pondok pesantren, keterbatasan akses informasi kesehatan dan kebiasaan penggunaan obat pereda nyeri tanpa pengawasan menjadi kendala dalam penanganan dismenore. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja putri dalam mengelola nyeri dismenore melalui abdominal stretching exercise dan pemanfaatan kunyit asam. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan reproduksi, demonstrasi, dan praktik langsung abdominal stretching exercise serta pelatihan pembuatan kunyit asam. Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Barokah Al-Islami Buring, Kota Malang dengan melibatkan 31 remaja putri. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterampilan praktik menggunakan checklist terstruktur. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 47,4% (dari rata-rata 58,7 menjadi 86,5) dan 90,3% peserta mencapai skor ≥75. Sebanyak 90,8% peserta mampu mempraktikkan abdominal stretching exercise dengan benar dan 97,6% peserta mampu membuat minuman kunyit asam secara mandiri. Kegiatan ini juga berhasil membentuk 5 kader kesehatan reproduksi dan berpotensi menghemat pengeluaran santri untuk pembelian obat pereda nyeri sebesar 60-80% per siklus menstruasi. Kegiatan ini berkontribusi pada pemberdayaan remaja putri untuk mengelola nyeri haid secara sehat, mandiri, dan berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2026