Pendidikan inklusif mengharuskan calon guru memiliki beragam kompetensi komunikasi, termasuk kemampuan untuk berinteraksi dengan siswa yang mengalami gangguan pendengaran. Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), sebagai calon pendidik, harus dipersiapkan dengan keterampilan bahasa isyarat guna meningkatkan kesiapan mereka dalam mengajar di ruang kelas inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan efektivitas pelatihan bahasa isyarat serta kesiapan mengajar mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dalam konteks pendidikan inklusif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan sebelum dan setelah pelatihan untuk mengukur kesiapan mengajar mahasiswa. Hasilnya menunjukkan peningkatan kesiapan mengajar mahasiswa dari 62% sebelum pelatihan menjadi 85% setelah pelatihan, terutama dalam keterampilan komunikasi, kepercayaan diri mengajar, dan kesadaran terhadap praktik inklusif. Oleh karena itu, pelatihan bahasa isyarat dianggap efektif dan relevan untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum Pendidikan Bahasa Inggris guna mempersiapkan calon guru untuk ruang kelas inklusif.
Copyrights © 2026