Pendidikan abad ke-21 menuntut pembelajaran yang berakar pada realitas empiris dan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, rasional, serta keterampilan menyelesaikan persoalan nyata. Filsafat realisme memposisikan realitas objektif sebagai sumber pengetahuan yang dapat diverifikasi melalui pengalaman dan observasi ilmiah. Prinsip tersebut memberikan arah bahwa proses pendidikan tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi menekankan keterhubungan antara pengetahuan dan dunia faktual. Perspektif ini memiliki relevansi kuat dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL), yang dirancang untuk mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks kehidupan peserta didik melalui kegiatan inkuiri, refleksi, kolaborasi, dan pengalaman belajar autentik. Artikel ini bertujuan menelaah relevansi filsafat realisme dalam penerapan CTL sebagai strategi pembelajaran modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis tematik terhadap literatur filsafat pendidikan dan pembelajaran kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa CTL merupakan representasi praktis dari nilai realisme, karena memungkinkan peserta didik menyusun makna melalui pengalaman langsung dan pemecahan persoalan faktual. Integrasi keduanya berpotensi menciptakan pembelajaran yang bermakna, ilmiah, adaptif, dan relevan dengan tuntutan perkembangan sosial serta teknologi. Pembelajaran berbasis realitas memberikan kontribusi terhadap pembentukan peserta didik yang mandiri, reflektif, dan siap menghadapi tantangan abad ke-21.
Copyrights © 2025