Penelitian ini mengkaji perbedaan efektivitas pembelajaran antara model hybrid dan pembelajaran daring penuh pada mata kuliah Statistik di Universitas Sunan Drajat (UNSUDA) Lamongan. Pendekatan kuantitatif dengan desain kausal-komparatif digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak 50 mahasiswa berpartisipasi, terdiri dari 25 mahasiswa kelas hybrid dan 25 mahasiswa kelas daring penuh yang dipilih melalui teknik purposive sampling atau diperoleh melalui tes hasil belajar standar yang disesuaikan dengan capaian pembelajaran mata kuliah. Analisis statistik menggunakan Independent Samples t-Test pada SPSS versi 26 menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok (t(48) = 4.514, p = 0.000041 < 0.05). Mahasiswa pada kelompok hybrid memperoleh skor lebih tinggi (M = 80,08; SD = 4,88) dibandingkan kelompok daring penuh (M = 73,40; SD = 5,56). Ukuran efek (Cohen’s d = 1,277 ) menunjukkan efek yang besar. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran hybrid lebih efektif dalam meningkatkan kinerja kognitif mahasiswa pada mata kuliah Statistik. Hasil penelitian ini memberikan bukti empiris yang mendukung implementasi pembelajaran hybrid sebagai model instruksional pascapandemi di pendidikan tinggi.
Copyrights © 2026