Penelitian ini ditujukan guna mengujikan pengaruh profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, dan opini audit terhadap audit delay pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024. Variabel profitabilitas diukur mempergunakan return on assets (ROA), solvabilitas mempergunakan debt to equity ratio (DER), ukuran perusahaan diukur berdasarkan total aset (firm size), dan opini audit menggunakan variabel dummy. Populasi penelitian sebanyak 42 perusahaan subsektor makanan dan minuman yang teregistrasi di BEI, dengan metode purposive sampling didapat 25 perusahaan sebagai sampel selama tiga tahun pengamatan (2022–2024), sehingga total observasi sebanyak 75 data. Analisis data mempergunakan regresi linear berganda yang dibantu aplikasi IBM SPSS Statistics versi 30. Temuan penelitian memperlihatkan profitabilitas memengaruhi negatif signifikan terhadap audit delay melalui signifikansinya 0,036 < 0,05. Solvabilitas dan ukuran perusahaan tidak memengaruhi signifikan terhadap audit delay melalui signifikansinya secara berurutan 0,195 > 0,05 dan 0,900 > 0,05. Sedangkan opini audit memengaruhi positif signifikan terhadap audit delay melalui signifikansinya 0,021 < 0,05. Secara simultan, keempat variabel independen memengaruhi signifikan terhadap audit delay melalui skor F-hitung 3,517 dan signifikansi 0,011 < 0,05. Nilai Adjusted R² senilai 0,120 memperlihatkan variabel independen menjelaskan 12% variasi audit delay, sedangkan 88% dipengaruhi faktor lainnya yang bukan model yang diteliti.
Copyrights © 2026