Masa remaja merupakan fase krusial dalam pembentukan identitas iman, namun dalam praktiknya iman remaja kerap berhenti pada tahap konvensional, bersifat ritualistik, dan kurang reflektif. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pembinaan iman dan pemaknaan nilai budaya lokal dalam kehidupan remaja. Artikel ini bertujuan mengkaji pembinaan iman remaja melalui Kelompok Kecil dengan mempertemukan teori perkembangan iman James W. Fowler dan nilai kearifan lokal Batak Toba, khususnya Dalihan Na Tolu pada aspek Somba Marhula-hula. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan integrative literature review untuk mensintesis kajian psikologis, teologis, dan kultural. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kelompok Kecil menjadi ruang relasional-dialogis yang mendorong refleksi dan internalisasi iman secara personal dan kontekstual. Keterkaitan antara tahap synthetic-conventional dan nilai Somba Marhula-hula tampak pada orientasi relasional, pembentukan identitas melalui komunitas, serta penekanan pada loyalitas sosial. Namun, tanpa refleksi kritis, hal ini berpotensi memperkuat konformitas, sehingga diperlukan integrasi dialektik menuju iman reflektif.
Copyrights © 2025