Potensi lahan sebagai sumberdaya alam untuk menghasilkan produksi padi menjadi bagian penting dalam mendukung swasembada pangan yang juga didukung oleh sikap dan persepsi petani terhadap program. Kabupaten Langkat menjadi salah satu daerah sentra produksi padi di Sumatea Utara dalam pelaksanaan program Brigade pangan. Persepsi petani diukur melalui indikator manfaat program, pemahaman, dukungan pendampingan, dan kesesuaian program, sedangkan sikap petani diukur melalui penerimaan, partisipasi, dan keberlanjutan program. Keberhasilan program dinilai berdasarkan peningkatan kuantitas produksi, kualitas produksi, efisiensi, dan keberlanjutan produksi. Tujuan penelitian adalah untuk mengathui bagaimana pengaruh sikap dan persepsi petani terhadap keberhasilan program brigade pangan. Penelitian di lakukan di Desa Paya Rengas dan Desa Suka Damai Timur dengan jumlah populasi 30 petani sehingga teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan nilai R-Square variabel keberhasilan program brigade pangan sebesar 0,547, artinya variabel Persepsi Petani dan Variabel Sikap Petani berpengaruh terhadap Variabel keberhasilan program sebesar 54,7% dan sisanya sebesar 45,3% dipengaruhi oleh variabel lain. Variabel persepsi petani memberikan pengaruh terhadap Variabel keberhasilan program 0,423 atau 42,3% dan variabel sikap Petani memberikan pengaruh terhadap variabel keberhasilan program sebesar 0,441 atau 44,1%.
Copyrights © 2026