Provinsi Bengkulu memiliki tingkat kemiskinan yang relatif tinggi. Pengembangan pisang Cavendish sebagai bagian dari program ketahanan pangan di Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kepahiang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, petani masih menghadapi beberapa tantangan, termasuk akses pasar yang terbatas, harga jual yang rendah, dan ketergantungan pada perantara. Situasi ini menyoroti pentingnya Kapabilitas Pemasaran dalam mendukung keberhasilan usaha pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat Kapabilitas Pemasaran petani dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan pada Desember 2025 menggunakan metode sensus yang melibatkan 67 petani pisang Cavendish. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan skala Likert dan SEM-PLS. Analisis SEM meliputi evaluasi model eksternal melalui uji validitas dan reliabilitas, evaluasi model internal menggunakan nilai GOF dan R², dan pengujian hipotesis menggunakan teknik bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kapabilitas Pemasaran petani secara keseluruhan dikategorikan moderat. Kapabilitas produk, harga, dan lokasi berada dalam kategori moderat, sedangkan kapabilitas promosi merupakan indikator terendah. Analisis SEM-PLS menunjukkan bahwa ketiga hipotesis tersebut diterima sebagai faktor yang secara signifikan memengaruhi Kapabilitas Pemasaran, dengan perspektif operasional sebagai faktor yang paling dominan. Temuan ini menyoroti pentingnya penguatan aspek operasional, intelektual, dan bauran pemasaran untuk meningkatkan kapabilitas pemasaran petani dan daya saing pisang Cavendish di Provinsi Bengkulu.
Copyrights © 2026