Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan peralatan tradisional dalam proses pembuatan batik cap di Rumah Batik R, Sokaraja, Banyumas. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kasus, data diperoleh melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peralatan tradisional seperti kompor tanah liat, wajan logam, canting cap tembaga, dan meja kayu masih digunakan secara konsisten. Peralatan tersebut memiliki nilai historis dan simbolik dalam kebudayaan lokal dan memenuhi standar teknis. Hasil penelitian tambahan menunjukkan bahwa Rumah Batik R mendukung pelestarian melalui pelatihan dan kelas untuk generasi muda, serta adaptasi pemasaran digital. Studi ini menekankan bahwa pelindungan dan pengembangan budaya lokal sangat penting untuk mengatasi tantangan modernisasi dalam industri kreatif.
Copyrights © 2026