Pelaksanaan pembangunan nasional tidak lepas dari kualitas sumber daya manusia. Salah satu faktor penentu kualitas sumber daya manusia adalah status gizi. Pemerintah meluncurkan program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) untuk memenuhi kebutuhan energi anak sekolah. Program PMT-AS di Kabupaten Kulon Progo merupakan program baru di tahun 2018 dimana memberikan makanan berupa makanan lengkap. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi aspek fidelity program PMT AS di Kabupaten Kulon Progo. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar penerima program PMT-AS Kabupaten Kulon Progo pada bulan Maret-April 2019. Pengambilan informan dilakukan dengan teknik purposive dimana orang yang memiliki peran yang cukup penting dalam pelaksanaan program PMT-AS. Penelitian dilakukan dengan Focus Group Discussion dan In-depth interview.. Hasil penelitian ini ditemukan Aspek fidelity terhambat oleh tidak adanya penyediaan Standar Operasional Prosedur (SOP) fisik dari Dinas Sosial sehingga kepatuhan terhadap prosedur sulit dinilai. Meskipun demikian, sekolah telah menunjukkan perbaikan prosedural (perbaikan menu setelah evaluasi) dan kepatuhan tinggi terhadap durasi (90 hari), frekuensi (1 kali/hari), cakupan (seluruh siswa), serta pelaporan rutin bulanan setelah awalnya mengalami keterlambatan. Saran agar Dinas Sosial menyediakan SOP tertulis kepada pemasak dan tenaga administrasi sekolah sebagai acuan objektif menilai kepatuhan prosedur. Sekolah disarankan mempertahankan perbaikan yang telah dilakukan serta menjadikan rapat evaluasi sebagai mekanisme standar untuk mencegah terulangnya kesalahan prosedural di masa mendatang.
Copyrights © 2026