Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat dan berdampak besar terhadap kualitas hidup pasien. Hemodialisa sebagai terapi pengganti ginjal utama pada PGK stadium akhir tidak hanya membantu mempertahankan fungsi tubuh, tetapi juga menimbulkan berbagai tantangan fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Beberapa faktor yang diduga berhubungan dengan kualitas hidup pasien hemodialisa meliputi beban ekonomi, tingkat kelelahan (fatigue), dan penyakit penyerta (comorbid). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien hemodialisa di RSUD dr. R. Soedjono Selong. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 112 pasien hemodialisa yang dipilih menggunakan purposive sampling. Beban ekonomi diukur menggunakan instrumen COST-FACIT, fatigue menggunakan FACIT-Fatigue Scale, kualitas hidup menggunakan WHOQOL-BREF, dan comorbid diperoleh melalui wawancara menggunakan lembar checklist. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji korelasi Spearman rank. Sebagian besar responden memiliki kualitas hidup buruk (58,0%), beban ekonomi ringan (48,2%), fatigue sedang (32,1%), dan memiliki comorbid (67,9%). Terdapat hubungan signifikan antara fatigue dan kualitas hidup (p = 0,007; r = 0,255), sedangkan beban ekonomi dan comorbid tidak menunjukkan hubungan signifikan. Fatigue berhubungan signifikan dengan kualitas hidup pasien hemodialisa, sehingga pengelolaan fatigue diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Copyrights © 2026