Tekanan darah merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia akibat proses penuaan dan perubahan sistem kardiovaskular. Penurunan aktivitas fisik pada lansia sering terjadi seiring bertambahnya usia, padahal aktivitas fisik intensitas sedang yang dilakukan secara teratur dapat membantu menurunkan tekanan darah melalui peningkatan elastisitas pembuluh darah. Menganalisis hubungan antara aktivitas fisik (olahraga) dengan tekanan darah pada lansia di kelompok PROLANIS Desa Pakis Kembar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aktivitas fisik olahraga dan pengukuran tekanan darah menggunakan tensi meter digital. Analisis data menggunakan uji Chi-Square (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total responden, sebagian besar berada pada kategori aktivitas fisik olahraga tinggi sebanyak 15 responden (41,7%). Sebagian besar lansia memiliki tekanan darah dalam kategori hipertensi grade I sebanyak 11 responden. Hasil uji statistik menggunakan Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,039 (p < 0,05), yang artinya ada hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik olahraga dengan tekanan darah pada lansia. Ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik olahraga dengan tingkat tekanan darah pada lansia di kelompok PROLANIS Desa Pakis Kembar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Lansia dengan aktivitas fisik rendah cenderung memiliki kategori tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan lansia yang melakukan aktivitas fisik normal hingga tinggi.
Copyrights © 2026