Latar Belakang: Sectio Caesarea (SC) merupakan prosedur obstetri dengan pembiayaan dan frekuensi tinggi serta tren yang meningkat setiap tahun. Pelayanan SC dituntut memberikan mutu yang berkualitas dengan biaya pelayanan yang terbatas sehingga diperlukan strategi untuk mengoptimalkan keduanya. Strategi yang dapat dilakukan yaitu mengimplementasikan Clinical Pathway (CP). Tujuan: Scoping review ini bertujuan menganalisa implementasi CP SC di rumah sakit dan efektifitasnya sebagai alat kendali mutu dan biaya. Metode: Penyusunan dengan metode Arksey dan O'Malley meliputi identifikasi pertanyaan penelitian, penelusuran literatur, seleksi studi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, ekstraksi data terstruktur, dan sintesis hasil secara naratif. Pencarian dilakukan pada tujuh database yaitu SCOPUS, PUBMED, ScienceDirect, Springerlink, Ebscohost, Google Scholar, Emerald. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis dan dilaporkan mengikuti panduan PRISMA. Sebanyak 863 artikel dari tahun 2020–2025 diidentifikasi, dan tujuh artikel yang memenuhi kriteria inklusi (ditulis dalam Bahasa Inggris atau Indonesia, tersedia full-text dan fokus implementasi CP SC) dianalisis lebih lanjut. Hasil: Implementasi CP SC saat ini masih menghadapi tantangan yang ditunjukkan dengan angka kepatuhan CP SC di sebagian rumah sakit yang rendah. Optimalisasi CP SC dapat dilakukan dengan redesign, sosialisasi, pelatihan dan audit berkala. Implementasi CP efektif digunakan sebagai tools untuk kendali mutu dan biaya. CP dinilai efektif sebagai kendali mutu melalui indikator LOS, infeksi luka operasi, dan nyeri, serta sebagai kendali biaya berdasarkan perbandingan antara biaya riil rumah sakit dan tarif pemerintah. Kesimpulan: Scoping review ini menegaskan bahwa implementasi CP SC terbukti efektif sebagai alat kendali mutu dan biaya di rumah sakit apabila diterapkan lengkap dan konsisten.
Copyrights © 2026