ABSTRAK Tujuan: Penelitian ini mengkaji bagaimana inpatient experience memengaruhi kesejahteraan pasien tuberkulosis (TB) di rumah sakit umum daerah di Indonesia, dengan menguji pemberdayaan pasien sebagai faktor mediasi. Studi ini menekankan pentingnya pelayanan berpusat pada pasien yang tidak hanya fokus pada kebutuhan medis, tetapi juga kebutuhan psikososial. Metode: Survei potong lintang dilakukan pada 154 pasien TB paru rawat inap di satu rumah sakit umum daerah di Jakarta antara bulan Januari hingga Juni 2025. Kuesioner Picker Patient Experience diadaptasi untuk konteks perawatan TB, mencakup tujuh domain pengalaman pasien. Pemberdayaan pasien dan kesejahteraan diukur menggunakan instrumen terstandarisasi. Analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) digunakan untuk menilai pengaruh langsung dan mediasi. Hasil: Responden sebagian besar berjenis kelamin perempuan (52%), berada pada usia produktif (18–59 tahun: 89,3%), dan berpendidikan SMA (57,8%). Inpatient experience berpengaruh kuat terhadap kesejahteraan (β = 0,779; p < 0,01), sementara pemberdayaan menunjukkan efek mediasi yang lebih lemah (β = 0,076). Dimensi kontinuitas dan transisi merupakan aspek yang paling berpengaruh, sedangkan informasi dan edukasi menjadi area yang memerlukan peningkatan. Model ini menjelaskan 73,8% varians kesejahteraan. Kesimpulan: Inpatient experience merupakan tujuan utama kesejahteraan pasien TB. Optimalisasi proses perawatan selama rawat inap, khususnya melalui penguatan komunikasi, edukasi pasien, dan dukungan emosional dapat meningkatkan pemberdayaan, mempercepat pemulihan, dan mendukung strategi nasional pengendalian TB. Kata kunci: Tuberkulosis; Inpatient experience; Pemberdayaan; Kesejahteraan; Rumah sakit umum daerah; PLS-SEM. ABSTRACT Objectives: This study examined how inpatient experience influences the well-being of tuberculosis (TB) patients in Indonesian public hospitals, with patient empowerment tested as a mediating factor. The research highlights the importance of patient-centered care that addresses psychosocial as well as medical needs. Methods: A cross-sectional survey was conducted among 161 pulmonary TB inpatients in three Jakarta public hospitals between January and June 2025. The Picker Patient Experience questionnaire was adapted for TB care, covering seven domains. Patient empowerment and well-being were measured using validated scales. Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) was employed to analyze direct and mediating effects. Results: Respondents were mainly female (52%), in productive age (18–59 years: 89.3%), and high school graduates (57.8%). Inpatient experience strongly predicted well-being (β=0.779, p
Copyrights © 2026